Rabu, 26 Desember 2012

ibu

ibu mungkin ini saatnya yang Kuasa berikan mu keringanan untuk diam dan menjaga aku dengan hati mu.
ibu mungkin saat ini kamu berjibaku setiap saat dengan kegelapan.
ibu mungkin kau sedang mengkhayalkan wajah anak mu kini.
ibu, aku sudah dewasa semenjak 8 tahun lalu ibu terakhir menatap ku sebagai kanak kanak berumur 10 tahun.
ibu tenang lah, sepuas hati mu raba lah wajah ku, ini anak mu. anak mu yang mencintai mu .
ibu, aku ingin pinjamkan mata ku untuk mu, agar ibu bisa melihat indahnya dunia dengan sempurna, bukan hanya khayalan atau mimpi mu ibu ..
ibu apakah kini ibu lelah dengan semuanya ?
aku mohon jangan ibu, aku sanggup menjaga mu, menemani mu, mengasihimu, sepanjang hidup ku.
aku rela menjadi mata kedua mu ibu. aku rela menjadi kaki untuk mu berjalan. aku rela menjadi tangan mu untuk meraba dan aku rela menjadi hampa jika ibu telah tiada.
aku sayang ibu, sangat sayang ibu, ibu bagai sayap ku . sayap sayap harapan hidup yang besar untuk aku dan ibu. aku berdoa untuk mu ibu , jika aku bisa menghadap tuhan untuk mengadu mengapa hanya ibu yang di berikan cobaan sebegitu besarnya mungkin aku orang pertama yang akan datang .
tapi ibu selalu bilang, ini adalah cobaan dan Allah tidak akan memberikan cobaan lebih besar dari kemampuan hambanya .
setiap kali ibu mengucap itu, rasanya hatiku menangis, mengapa ibu bisa sesabar itu, mengapa ibu bisa bertahan dalam keceriaan padahal tak ada satu titik cahaya pun yang bisa ibu lihat ?
aku harus bilang apa lagi Ya Allah. apakah ibu ku bisa melihat lagi ?
apakah ibu ku akan terus selalu seperti ini, jika aku bisa menangis darah mungkin darah ku sudah habis untuk menangisi ini semua Ya Allah.
ibu, aku tak tahu ingin berucap apa lagi, cukup peluk aku ibu peluk aku selalu .
aku rapuh tanpa mu ibu ..

dear my mommy ku sayang. gelap mu adalah derita ku . jangan menyerah akan keadaan . anggap lah aku cahaya mu untuk melihat, anggap lah aku tangan untuk menggenggam, dan anggaplah aku kaki untuk mu melangkah, salam penuh kasih sayang untuk mu ibu , dari anak mu yang selalu selamanya mengasihi mu mencintai mu lebih dari dirinya sendiri ~yuni tika ratujaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar